Minggu, 20 Juni 2021

Putri

0komentar
Ayah
Putrimu kalah
Ia tak bisa bersaing dengan cinta seorang ibu
Yang menangis tergugu kala putranya sendu

Ibu
Gadismu jatuh
Nampaknya yang kau lahirkan bukanlah pejuang
Ia tak lagi punya hasrat bertarung demi cintanya

Aku telah salah memilih rumah lagi
Penghuni sebelumnya enggan pergi
Didalamnya aku masih merasa sepi
Dan tak punya harga diri

Ibu ayah
Anakmu ini merasa hina
Tak ada yang mau menerima
Sepertinya kau membesarkan sampah

Ibu ayah
Jangan lagi berdusta
Aku telah sadar aku tak rupawan
Pintar menawan maupun pantas diperjuangkan

Jumat, 23 April 2021

Instropeksi

0komentar
Cinta
Sejak kecil aku selalu bertanya
Mengapa para manusia mengagungkan cinta?

Apa itu cinta?
Tanyaku pada matahari
Apakah rasa aman saat duduk di pangkuannya?

Jika aku mengkhawatirkan kesedihannya
Dibanding rasa sakitku nanti
Bukankan itu bentuk aku mencintainya? 

Kurasa aku pernah merasakannya
Menerima binar cinta paling murni
Walau nyatanya dia bukan orangnya

Indah
Mereka bilang aku indah
Cinta mereka yang membuatku terluka

Kenapa? 
Nyawaku menunduk penuh kerendahan diri
Mana mungkin pulih karna cinta

Ibunda ayahanda
Cintaku membuatku bertahan
Setidaknya untuk sekarang

Ibunda ayahanda
Cintamulah satu pasti diantara tidak pasti
Gelap sesat tanpanya

Mereka bilang salah
Aku adalah jawabannya
Bagaimana bisa?

Aku tidak pantas
Aku tidak pantas
Aku tidak pantas

Cinta milik siapa
Yang bisa kubeli
Ditukar hati sefakir ini

Sabtu, 13 Februari 2021

Aku

0komentar
Gadis kecil itu merasa lega
Bersantai di punggung bapaknya
Setelah memaksa kakinya berjalan ribuan langkah
Dia bukan gadis ceria
Bukan pula gadis yang merengek manja
Dia nyaman menyusuri hutan diapit ibu bapaknya

Ada sedikit rasa kesal di hati pemudi itu
Bukunya basah
Badannya payah
Yang tak pemudi itu tahu
Ada sesal dalam hati ayahanda
Baru saja dihapusnya air semahal nyawanya

Dalam hening wanita itu berdoa
Memohon ampun atas kenangan buruk
Menyesali hadirnya kata masih
Juga menangisi setiap kebaikan
Bertanyalah ia kepada waktu
Memupuk ikhlas, harap tiada lagi sakit

Cinta pertama
Dan cerminan dirinya
Pangeran berkuda putih miliknya
Satu - satunya
Untuk pertama kalinya
Berusaha meyakinkannya agar tak mengkhawatirkannya
 

"Syair Hidup"ku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates