Sabtu, 13 Februari 2021

Aku

Gadis kecil itu merasa lega
Bersantai di punggung bapaknya
Setelah memaksa kakinya berjalan ribuan langkah
Dia bukan gadis ceria
Bukan pula gadis yang merengek manja
Dia nyaman menyusuri hutan diapit ibu bapaknya

Ada sedikit rasa kesal di hati pemudi itu
Bukunya basah
Badannya payah
Yang tak pemudi itu tahu
Ada sesal dalam hati ayahanda
Baru saja dihapusnya air semahal nyawanya

Dalam hening wanita itu berdoa
Memohon ampun atas kenangan buruk
Menyesali hadirnya kata masih
Juga menangisi setiap kebaikan
Bertanyalah ia kepada waktu
Memupuk ikhlas, harap tiada lagi sakit

Cinta pertama
Dan cerminan dirinya
Pangeran berkuda putih miliknya
Satu - satunya
Untuk pertama kalinya
Berusaha meyakinkannya agar tak mengkhawatirkannya

0 komentar:

Posting Komentar

 

"Syair Hidup"ku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates